Rabu, 20 April 2016

makalah vakun dan forsep

MAKALAH KEGAWATDARURATAN MATERNAL NEONATAL
(PROSEDUR VAKUM DAN FORSEP)

index.jpg



DISUSUN OLEH:
Endang Rosita As
Siti Umayyah
Veliana Fransiska



AKADEMI KEBIDANAN
NGUDIA HUSADA MADURA
2015-2016


BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Setiap wanita menginginkan persalinan berjalan lancar dan melahirkan bayi yang sempurna (Kasdu, 2003 : iii). Hal ini sesuai dengan Rencana Strategis Nasional yang terdapat dalam pesan kunci Making Pregnancy Safer (MPS) yaitu : setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, setiap komplikasi obstetrik dan neonatal mendapatkan pelayanan yang adekuat (Koesno, 2004 : 3 ). Namun, tidak jarang proses persalinan mengalami hambatan dan memerlukan penanganan dengan ekstraksi vakum.
Ekstraksi vakum merupakan tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi (Saifuddin, 2002 : 494). Tindakan ini dilakukan untuk semua keadaan yang mengancam ibu dan janin yang memiliki indikasi untuk menjalani pelahiran pervaginam dengan bantuan alat (Hartanto, 2005 : 536). Indikasi dan syarat dari tindakan ini antara lain : pada palpasi abdomen kepala tidak teraba (0/5) atau teraba (1/5) sedangkan pembukaan sudah lengkap, keterlambatan pada kala II yaitu lebih dari 60 menit pada primigravida dan 30 menit pada multigravida, dan Ibu yang menderita kelainan atau penyakit yang melarangnya untuk mengeran (mengedan), misalnya pada penyakit jantung, hipertensi, asma, atau tuberkulosis berat (Depkes RI, 1995 : 6).
B.     Rumusan masalah
1.      Apa vakum dan forsep?
2.      Bagaimana prosedur vakum dan forsep?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui Apa vakum dan forsep
2.      Mengetahui Bagaimana prosedur vakum dan forsep




BAB II
PEMBAHASAN
A.     EKSTRAKSI VAKUM
1.      Definisi
Ekstraksi vakum adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan secara ekstraksi dengan ekstraksi tenaga negatif ( vakum ) pada kepalanya. Alat ini dinamakan ekstraktor vakum atau ventouse.
2.      Sejarah
Gagasan untuk melahirkan kepala janin dengan memakai tenaga vakum, mula-mula dipelajari oleh young (1706) dari inggris yang kemudian secara berturut-turut dikembangkan oleh ahli-ahli obstetri dinegara eropa dalam bentuk yang bermacam-macam.bentuk ekstraktor vakum yang bermacam-macamini ternyata kurang populer dalam pemakaiannya, karena banyak hambatan-hambatan tehnik. Akhirnya pada tahun 1952 sampai 1954 tage malmstrom dari gothenburg swedia,menciptakan ekstraktor vakum yang setelah mengalamipercobaan-percobaan dan modifikasi dalam bentuknya, sejak tahun 1956 menjadi sangat populer dipakai dalamklinik-klinik obstetri sampai saat ini.
3.     

Bentuk dan bagian-bagian ekstraktor vakum
a.      
: Gambar vakum
 
mangkuk ( cup)
Bagian yang dipakai untuk membuat caput suksedenum artifisialis dengan mangkuk inilah kepala di ekstraksi diameter mangkuk : 3,4,5,6 cm.pada dinding belakang mangkuk terdapat tonjolan untuk tanda letak denominator.
b.      Botol
Tempat membuat tenaga negatif atau vakum. Pada tutup botol terdapat manometer, saluran menuju ke pompa penghisap, dan saluran menuju ke mangkuk yang dilengkapi dengan pentil.
c.       karet penghubung
d.      rantai penghubung antara mangkuk dengan pemegang
e.       pemegang (extruction handle )
f.       pompa penghisap ( vakum pump)
4.      Indikasi
Ibu
1.   Untuk memperpendek kala 2 misalnya
a.       Penyakit jantung kompensata
b.      Penyakit paru-paru fibrotik
2.   Waktu: kala II yang memanjang
Janin
1.   Gawat janin ( masih kontroversi )

5.      Indikasi kontra
Ibu
1.      Ruptura uteri membakat
2.      Pada penyakit-penyakit dimana ibu secara mutlak tidak boleh mengejan misalnya payah jantung, PEB
JANIN
1.      Letak muka
2.      After coming head
3.      Janin preterm
6.      Syarat
a.       Syarat-syarat ekstraksi vakum sama denagan ekstraksi cunam,hanya disini syarta lebih luas, yaitu
·         Pembukaan lebih dari 7 cm ( hanya pada multi gravida )
·         Penurunan kepala janin boleh pada hodge 2
b.      Hanya ada kontraksi rahim dan ada tenaga mengejan

7.      Prosedur
a.       Ibu tidur dalam posisi litotomi
b.      Pada dasarnya tidak diperlukan narkosis umum. Bila pada waktu pemasangan mangkuk ibu mengeluh nyeri dapat diberi anastesia infiltrasi atau pudendal nerve block. Apabila dengan cara ini tidak berhasil boleh diberi anastesia inhalasi, namun hanya terbatas pada waktu memasang mangkuk saja
c.      
image_thumb[8].png
clip_image002[14]_thumb.gif

Setelah semua bagian-bagian ekstraktor vakum terpasang maka dipilih mangkuk yang sesuai dengan pembukaan serviks. Pada pembukaan serviks lengkap biasanya dipakai mangkuk no.5. mangkuk dimasukkan ke dalam vagina dengan posisi miring dan dipasang pada bagian terendah kepala, menjauhi ubun-ubun besar. Tonjolan pada mangkuk,diletakkan sesuai dengan
letak denominator.
: Gambar cara memegang mangkuk
 
: Gambar letak mangkuk dikepala
 
 
d.      Dilakukan penghisapan denagn pompa penghisap dengan tenaga medis – 0.2 kg/cm dengan interval 2 menit. Tenaga vakum yang diperlukan ialah : - 0.7 sampai – 0.8 kg/cm ini membutuhkan waktu kurang lebih 6-8 menitdengan adanya tenaga negatif ini, maka pada mangkuk akan terbentuk caput suksedenum artifisialis ( chignon ).
e.       Sebelum memulai melakukan traksi, dilakukan periksa dalam ulang, apakah ada bagian-bagian jalan lahir yang ikut terjepit
f.      
: Gambar arah tarikan mangkuk sesuai dengan arah sumbu panggul
 
Bersamaan dengan timbulnya his ibu disuruh mengejan, dan mangkuk ditarik searah arah sumbu panggul pada waktu melakukan tarikan ini harus ada koordinasi yang baik antara tangan kiri dan tangan kanan penolong.
clip_image002[18]_thumb.gif

g.      
clip_image002[4]_thumb.jpg

Ibu jari dari telunjuk tangan kiri menahan mangkuk, sedang tangan kanan melakukan tarikan dengan memegang pada pemegang. Maksud tangan kiri menahan mangkuk ialah agar mangkuk selalu dalam posisi yang benar bila sewaktu-waktu mangkuk lepas, maka mangkuk tidak akan meloncat ke arah muka penolong.
h.      Text Box: : Gambar tangan kiri menahan perineum Traksi dilakukan terus selama ada his dan harus mengikuti putaran paksi dalam, sampai akhirnya suboksikut berada dibawah simpisis bila his berhenti maka traksi juga dihentikan berarti traksi dikerjakan secara intermitten bersama-sama dengan his
i.        Kepala janin dilahirkan dengan menarik mangkuk ke arah atas, sehingga kepala janin melakukan gerakan defleksi dengan suboksikut sebagai hipomokhlion. Padawaktu kepala melakukan gerakan defleksi ini, maka tangan kiri penolong segera menahan perineum. Setelah kepala lahir, pentil dibuka, udara masuk ke dalam botol tekanan negatif menjadi hilang, dan mangkuk dilepas
j.        Bila diperlukan episiotomi, maka dikukan sebelum pemasangan mangkuk atau pada waktu kepalamembuka vulva

8.      Kriteria ekstraksi vakum gagal
1.      Waktu di lakukan traksi , mangkuk terlepas sebanyak 3 kali
Mangkuk lepas pada waktu traksi , kemungkinan di sebabkan :
a.       Tenaga vakum terlalu rendah
b.      Tekanan negatif di buat terlalu cepat  sehingga tidak terbentuk kaput succedeneum yang sempurna yang mengisi seluruh mangkuk
c.       Selaput ketuban melekat antara kulit kepala dan mangkuk .sehingga mangkuk tidak dapat mencengkam dengan baik
d.      Bagian – bagian jalan lahir ( vagina,serviks) ada yang terjepit kedalam mangkuk
e.       Kedua tangan kiri dan tangan kanan penolong tidak bekerja sama dengan baik
f.       Traksi terlalu kuat
g.       Cacat  (derfect) pada alat ,misalnya kebocoran pada karet saluran penghubung .
h.      Adanya disproporsi sefalo-pelvik . setiap mangkuk lepas pada waktu traksi harus di teliti satu persatu kemungkinan kemungkinan di atas dan di usahakan melakukan koreksi.
2.      Dalam waktu setengah jam di lakukan traksi janin tidak lahir
9.      Komplikasi
Ibu
1.      Perdarahan
2.      Trauma jalan lahir
3.      Infeksi
Janin
1.      Ekskoriasi kulit kepala
2.      Sefal hematoma
3.      Subgaleal hematoma.hematoma ini cepat di resorbsi tubuh janin.bagi janin yang mempunyai fungsi hepar belum matur dapat menimbulkan ikterus neonaturum yang agak berat
4.     
: Gambar akibat tarikan ekstraktor vakum
 
tmp34d621_thumb2.png

Nekrosis kulit kepala (scalpnecrosis) yang dapat menimbulkan alopesia
10.  Keunggulan ekstraksi vakum di bandingkan ekstraksi cunam
a.       Pemasangan mudah (mengurangi bahaya trauma dan infeksi )
b.      Tidak di perlukan narkosis umum
c.       Mangkuk tidak menambah besar ukuran kepala yangharus melalui jalan lahir
d.      Ekstraksi vakum dapat di pakai pada kepala yang masih tinggi dan pembukaan serviks belum lengkap
e.       Trauma pada kepala janin lebih ringan
11.  Kerugian ekstraksi vakum di bandingkan dengan cunam
a.       Persalinan janin memerlukan waktu yang lebih lama
b.      Teanaga traksi tidak sekuat seperti pada cunam.sebenarnya halini di anggap sebagai keuntungan , karena kepala janin terlindung dari traksi tenaga yang berlebihan
c.       Pemeliharaannya lebih sukar karena bagian bagiannya  banyak terbuat dari karet dan harus selalu kedap udara

B.     EKSTRAKSI CUNAM
1.      Definisi
Suatu persalinan buatan dimana janin di lahirkan dengan suatu tarikan cunam yang di pasang pada kepalanya
2.      Bentuk dan bagian-bagian cunam
1.     
Presentation1_thumb[1].jpg

Sepasang cunam terdiri dari 2 sendo, yaitu sendok kiri dan sendok kanan. Sendok kiri ialah sendok yang dipegang oleh tangan kiri dan diletakkan disebelah kiri panggul ibu. Sendok kanan ialah sendok yang dipegang oleh tangan kanan diletakkan disebelah kanan panggul ibu.
2.      Sendok cunam mempunyai bagian-bagian sebagai berikut
a.       Daun cunam. Bagian yang dipakai untuk mencengkam kepala janin. Umumnya mempunyai 2 lengkungan yaitu lengkungan panggul ( pelvic curve ) ialah lengkungan daun cunam yang disesuaikan dengan lengkungan panggul dan lengkungan kepala ( cephalic curve ) ialah lengkungan kepala janin.
Contoh dan cunam yang mempunyai lengkungan panggul dan lengkungan kepalaialah cunam naegele dan cunamsimpson. Ada suatu bentuklain daun cunam yang tidak mempunyai lengkungan panggul dan hanya mempunyai lengkungan kepala saja yaitu pada cunam kjelland.
Daun cunam dapat berlubang ( fenestra ) misalnya cunam simpson dan cunam naegele dan solid mislnya cunam tucker Mc. Lane. Daun cunam yang solid dapat mencekam kepaladengan lebih kuat
b.      Tangkai cunam ( shank ) bagian antara daun dan kunci cunam. Terdiri 2 macam : tangkai terbuka , tangkai tertutup
c.       Kunci cunam ( lock )
Terdiri dari:
Kunci prancis             : tangkai cunam dipersilangkan kemudian disekrup
kunci inggris   : kedua tangkai cunam disilangkan dan dikunci dengan
kait mengkait (interlocking) misalnya cunam naegele
Kunci jerman : bentuk kunci cunam yang merupakan kombinasi antara
bentuk kunci prancis dan kunci inggris misalnya cunam
simpson
Kunci norwegia:bentuk kunci cunam yang dapat diluncurkan ( sleeding
look ) misalnya cunam kjelland
d.      Pemegang cunam ( handle ) bagian yang dipakai memegang pada waktu ekstraksi
Jenis cunam berdasarkan bentuknya.
1.      Tipe simpson. Bentuk cunam ini mempunyai tangkai cunam yang terbuka, sehingga lengkungan kepala lebih mendatar dan lebih besar bentuk cunam ini baik untuk kepala janin yang sudah mengalami molase
2.      Tipe elliot. Bentuk cunam ini mempunyai tangkai yang tertutup, sehingga lengkungan kepala lebih bundar dan lebih sempit cunam ini baik untuk kepala yang bundar dan belum mengalami molase
3.     
macam macam forsep.png

Tipe khusus. Ada bentuk khusus cunam misalnya: cunam piper yang dipakai untuk melahirkan kepala janin pada letak sungsang

3.      Fungsi cunam
Fungsi cunam yang sampai sekarang masih berlaku ialah: 1) Ekstraktor, 2) Rotator, 3) Ekstraktor dan rotator bersama-sama. Pemilihan jenis cunam yang akan dipakai hendaknya disesuaikan dengan fungsi cunam.
a.      Pembagian pemakaian cunam
Berdasarkan penurunan kepala didalam panggul, maka ekstraksi cunam dibagi menjadi
1.      Cunam tinggi ( high forcept) ekstraksi cunam dimana kepala masih diatas PAP ( floating head ) ekstraksi cunam tinggi dapat menimbulkan trauma yang berat untuk ibu maupun janinnya pleh karena itu, cara ini sudah tidak dipakai lagi dan diganti dengan SC
2.      Cunam tengah ( mid forcept ) ekstraksi cunam yang tidak memenuhi kriteria cunam tinggi maupun cunam rendah, tetapi kepala sudah cakap ( mencapai letak = engaged ) pada ekstraksi cunam tengah, fungsi cunam ialah ekstraksi dan rotasi, karena harus mengikuti gerakan putaran paksi dalam. Sekarang ekstraksi cunam tengah sudah jarang dipakai lagi dan diganti dengan ektraksi vakum dan SC
3.      Cunam rendah ( low forcept  = outlet forcept ). Ektraksi cunam dimana kepala sudah mencapai PBP dan sutura sagitalis sudah dalam antero-
Klasifikasi_thumb.jpg

posterior. Sampai sekarang pemasangan cunam jenis ini paling sering dipakai.
: Gambar macam-macam ekstraksi forsep menurut derajat turunnya kepala
 
 
4.      Indikasi
a.      Indikasi relatif ( elektif, profilaktif )
1.      Ekstraksi cunam yang bila dikerjakan akan menguntungkan ibu atau pun janinnya, tetapi bila tidak dikerjakan, tidak akan merugikan, sebab bila dibiarkan, diharapkan janin akan lahir dalam 15 menit berikutnya
2.      Indikasi relatif dibagi menjadi :
a.       Indikasi de lee. Ekstraksi cunam dengan syarat kepala sudah didasar panggul putaran paksi dalam sudah sempurna. Levator ani sudah teregang dan syarat-syarat ekstraksi cunam lainnya sudah dipenuhi. Ekstraksi cunam atas indikasi elektif, dinegara-negara barat sekarang banyak dikerjakan, karena di negara-negara tersebut banyak dipakai anastesia atau konduction analgesia guna mengurangi nyeri dalam persalinan. Anastesia dan konduction analgesia menghilangkan tenaga mengejan, sehingga persalinan harus diakhiri dengan ekstraksi cunam
b.      Indikasi pinard. Ekstraksi cunam yang mempunyai syarat sama dengan indikasi de lee, hanya disini penderita harus mengejan selama 2 jam
3.      Keuntungan indikasi proflaktif ialah :
a.       Mengurangi keregangan perineum yang berlebihan
b.      Mengurangi penekanan kepala pada jalan lahir
c.       Kala II diperpendek
d.      Mengurangi bahaya kompresi jalan lahir pada kepala
b.      Indikasi absolut ( mutlak )
1.      Indikasi ibu : 
·         eklampsia, preeklampsia
·         Ruptura uteri membakat
·         Ibu dengan penyakit jantung, paru-paru dll
2.      Indikasi janin :
·         gawat janin
3.      Indikasi waktu :
·         kala II memanjang
c.       Indikasi kontra
Bila semua syarat dipenuhi, tidak indikasi kontra.
1.      Janin sudah lama mati sehingga kepala tidak bulat dan keras lagi, akibatnya kepala sulit dipegang dengan forsep
2.      Anensefalus
3.      Disproporsi sefalo-pelvik.
4.      Kepala masih tinggi (ukuran terbesar kepala belum melewati pintu atas panggul)
5.      Pembukaan belum lengkap
5.      Syarat
Untuk dapat melahirkan janin dengan ektraksi cunam, harus dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut
1.      Janin harus dapat lahir dengan pervaginam ( tidak ada disproporsi sefalopelvik )
2.      Pembukaan servik sudah lengkap
3.      Kepala janin sudah cakap ( mencapai letak = sudah terjadi engagement)
4.      Kepala janin harus dapat dipegang oleh cunam
5.      Janin hidup
6.      Ketuban sudah pecah atau dipecah
6.      Prosedur
persiapan
1.      Persiapan untuk ibu
a.       Posisi ibu litotomi
b.      Rambut vulva dicukur
c.       Kandung kemih dan rektum dikosongkan
d.      Desinfeksi vulva
e.       Infus bila diperlukan
f.       Narkosis bila diperlukan
g.       Kain penutup pembedahan
h.      Gunting episiotomi
i.        Alat-alat untuk menjahit robekan jalan lahir
j.        Uterotonika
2.      Persiapan untuk janin
a.       Alat-alat pertolongan persalinan
b.      Alat penghisap lendir
c.       Oksigen
d.      Alat-alat untuk resusitasi bayi
3.      Persiapan untuk dokter
a.       Mencuci tangan
b.      Sarung tangan suci hama
c.       Baju operasi suci hama
Sebelum ekstraksi cunam dikerjakan, penolong harus meneliti secara cermat apakah semua persiapan tersebut telah lengkap.
Cara pemasangan cunam
Ditinjau dari posisi daun cunam terhadap kepala janin dan panggul ibu pada waktu cunam tersebut dipasang, maka pemasangan cunam dibagi:
1.     
:Gambar tempat peletakan daun forsep
 
slide_4.jpg

Pemasangan sefalik ( pemasangan biparietal, melintang terhadap kepala ) ialah pemasangan cunam dimana sumbu panjang cunam sesuai dengan diameter mento sampai oksipitalis kepala janin, sehingga daun cunam terpasang secara simetrik dikiri kanan kepala.
2.      Pemasangan pelvik ( melintang terhadap panggul ), ialah pemasangan cunam diaman sumbu panjang cunam sesuai dengan sumbu panggul.
Jadi pemasangan cunam yang baik ialah, bila cunam terpasang biparietal kepala dan melintang panggul. Hal ini akan terjadi bila kepala janin sudah di PBP dan ubun-ubun kecil berada di depan, dibawah simpisis oleh karena itu kriteria pemasangan cunam yang sempurna ( ideal ) ialah bila:
a.       Sutura sagitalis tegak lurus dengan bidang tangkai cunam
b.      Ubun-ubun kecil terletak 1 jari di atas bidang tersebut
c.       Kedua daun cunam teraba simetris disamping kepala
slide_4.jpg

Pengertian sempurna ( ideal ) disini ialah bila ekstraksi cunam dengan kriteria tersebut dikerjakan akan memberi trauma yang paling minimal untuk ibu maupun janin. Ekstraksi cunam akan menimbulkan trauma berat pada janin, bila ekstraksi cunam dikerjakan dalam posisi daun cunam melintang dalam panggul tetapi miring pada kepala.
a)     
;Gambar tempat peletakan daun forsep pada letak lintang
 
Cara ekstraksi cunam
Ekstraksi cunam terdiri dari 7 langkah yaitu :
1.      Penolong membayangkan bagaimana cunam akan dipasang
2.      Pemasangan daun cunam pada kepala janin
3.      Mengunci sendok cunam
4.      Menilai hasil pemasangan daun cunam
5.      Eksraksi cunam percobaan
6.      Ekstraksi cunam definitif
7.      Membuka dan melepaskan sendok cunam
Contoh:
Dibawah ini diberikan contoh ekstraksi cunam pada presentasi belakang kepala, dengan ubun-ubun kecil di depan, kepala di hodge 4, dengan memakai cunam simpson atau cunam neagele ( outlet forcept, forcept rendah )
1.      Penolong membayangkan bagaimana cunam akan dipasang
orientasi forcep.jpg

Setelah semua persiapan selesai, penolong berdiri di depan vulva sambil memegang kedua pegangan cunam dalam keadaan tertutup dan membayangkan bagaimana posisi cunam akan dipasang. Pemegang cunam dipeganag sedemikian rupa sehingga kedua ibu jari sejajar dengan sumbu cunam
2.     
: Gambar cara memegang sendok cunam
 
Pemasangan daun cunam pada kepala janin
Sendok cunam yang akan dipasang lebih dahulu ialah sendok cunam kiri, karena pada sendok kiri terletak kunci cunam. Cunam kiri dipegang dengan tangan kiri penolong seperti memegang pensil, dengan tangakai cunam sejajar lipatan paha depan kanan. Bersamaan dengan itu 4 jari tangan kanan dimasukkan ke dalam vagina. Kemudian daun cunam sendok kiri dimasukkan ke dalam vagina dan dengan dorongan ibu jari tangan kanan daun cunam dimasukkan ke dalam jalan lahir, sehingga daun cunam berada setinggi puncak kepala jadi yang mendorong daun cunam masuk ke dalam jalan lahir ialah ibu jari tangan yang di dalam bukan di luar .
pemasangan forsep kanan.jpg

Tangan kanan penolong dikeluarkan dari vagina dan bergantian memegang sendok cunam kanan. Ketiga jari tangan kiri penolong dimasukkan ke dalam vagina antara kepala dan jalan lahir. Cunam kanan dipegang sebagai pemegang pensil dan sejajar lipatan paha depan kiri. Daun cunam kanan sekarang dimasukkan ke dalam vagina dan dengan tutntunan dan dorongan ibu jari tangan kiri daun cunam dimasukkan ke dalam jalan lahir sampai setinggi puncak kepala
3.     
mengunci forcep.jpg

Mengunci sendok cunam
4.      Menilai hasil pemasangan daun cunam
Kedua sendok cunam dikaitkan dan dikunci, kemudian dilakukan periksa dalam ulangan untuk mengetahui apakah daun cunam telah terpasang dengan benar dan adakah bagian jalan lahir yang terjepit oleh daun cunam selanjutnya bila periksa dalam ulangan baik, maka dilakukan traksi percobaan. Maksud traksi percobaan ini ialah untuk mengetahui apakah daun cunam telah mencekam kepala bayi dengan baik
5.      Ekstraksi cunam percobaan
Ekstraksi cunam percobaan dikerjakan  dengan cara sebagai berikut. Tangan kiri dan tangan kanan penolong menggenggam pemegang cunam, sedang jari telunjuk dan jari tengah kanan penolong diluruskan sampai menyentuh puncak kepala bila pada waktu traksi dilakukan, kedua jari tetap menyentuh puncak kepala, berarti kepala ikut tertarik. Bila pada waktu traksi percobaan kepala janin tidak ikut tertarik, maka berarti daun cunam belum terpasang dengan benar, sehingga cunam harus dilepaskan dan dipasang lagi. Bila traksi percobaan ternyata tidak berhasil baik, maka dilakukan traksi definitif
6.      Ekstraksi cunam definitif
Ekstraksi forcept definitif dilakukan dengan mencengkam pemegang cunam oleh tangan kiri penolong. Tangan kanan penolong mencengkam pemegang cunam diatas tangan kiri sambil jari tengah berada diantara kedua tangkai cunam.
Traksi dilakukan dengan arah tangkai cunam sesuai dengan sumbu panggul, yaitu cunam ke bawah bila kepala masih agak tinggi dan mendatar bila kepala di pintu bawah panggul sampai suboksiput tampak dibawah simpisis
7.      Membuka dan melepaskan sendok cunam
Segera setelah suboksiput berada dibawah simpisis cunam dipegang hanya oleh tangan kanan sedang tangan kiri menahan perineum cunam dielevasi ke atas sehingga kepala melakukan gerakan defleksi dengan suboksipu sebagam hipomoglion, sehingga berturut-turut lahir ubun-ubun besar, dahi, mata, hidung, mulut dan dagu. Akhirnya lahirlah sebuah kepala cunam dilepaskan pada waktu gerakan defleksi ini atau bila kepala sudah lahir seluruhnya.
Setelah kepala janin lahir, kepala dibiarka melakukan putaran paksi luar, kemudian badan baru dilahirkan sebagaimana lazimnya. Tali pusat dipotong dan dirawat bayi baru lahir diserahkan pada pembantu untuk dibersihkan jalan nafasnya bila ekstraksi cunam dilakukan dengan narkosis yang cukup dalam, maka plasenta harus dilahirkan secara manual, dan sekaligus dilakukan ekplorasi jalan lahir untuk mengetahui adanya robekan jalan lahir

b)      Episiotomi
1.      Bila diperlukan episiotomi pada waktu ekstraksi cunam, maka episiotomi dilakukan pada saat :
a.       Sebelum memasang cunam
b.      Kepala meregang perineum
2.      Bila hendak melakukan ekstraksi cunam pada primigravida, episiotomi harus dikerjakan. Sedang pada multigravida, episiotomi dikerjakan hanya bila diperlukan

c)      Ekstraksi cunam khusus
1.      Ekstraksi cunam secara lange
a.       Yang dimaksud dengan ekstraksi cunam secara lange ialah ekstraksi cunam dengan kepala janin dalm posisi melintang didasar panggul, ubun-ubun kecil melintang dalam panggul
b.      Cunam aakan dipasang miring tehadap kepala dan miring terhadap panggul sehingga posisi cunam tidak simetris terhadap kepala maupun panggul. Ini berarti posisi cunam akan berada dalam arah depan belakang
c.       Oleh karena itu didapatkan :
-cunam depan, yaitu daun cunam yang dipasang di daerah depan ( dibawah simpisis )
-cunam belakang , yaitu cunam yang dipasang didaerah belakang ( dekat sacrum )
Cunam depan > < letak ubun-ubun kecil
 
Dalam keadaan ini untuk menentukan daun cunam mana yang akan menjadi cunam depan dipakai rumus sebagai berikut


d.      Cunam depan dapat dipasang dengan 2 cara yaitu :           -langsung: cunam depan dipasang langsung didepan
-tidak langsung ( wandering , gledding ) cunam depan dipasang mulai dari belakang kemudian diputar ( wandering ) ke arah depan
Contoh ekstraksi cunam lange dengan ubun-ubun kecil melintang.
1.      Setelah semua persiapan selesai, penolong berdiri didepan vulva sambil memegang kedua pemegang cunam yang terkunci dan membayangkan bagaimana posisi cunam akan di pasang. Dalam hal ini cunam kan dipasang murung terhadap panggul, dengan cunam kanan sebagai cunam depan dan cunam kiri sebagai cunam belakang. Sendok cunam depan selalu dipasang lebih dahulu karena pemasangannya lebih sukar
2.      Cunam depan akan dipasang secara tidak langsung ( wandering , gledding ) cunam kanan yang akan menjadi cunam depan, dipegang dengan tangan kanan seperti memegang pensil, sejajar lipatan paha depan kiri. Bersamaan dengan itu 4 jari tangan kiri dimasukkan ke dalam jalan lahir, disusul dengan dimasukkannnya cunam kanan
3.      Dengan dorongan dan tuntunan ibu jari tangan kiri daun cunam diletakkan pada sisi panggul kiri sampai daun cunam berada setinggi kepala. Kemudian daun cunam diputar ( wandering) ke arah depan kiri, sesuai dengan letak yang dikehendaki
4.      Cunam yang sudah terpasang dipegang oleh seorang asisten. Bila cunam depan akan dipasang secara langsung, maka caranya adalah sebagai berikut
5.      Sendok cunam depan dipegang dengan tangan kanan seperti memegang penggesek biola, dan sejajar lipatan paha belakang kiri. Cara memasukkan cunam ini sama dengan cara di atas hanya dalam hal ini memasukkannya akan diarahkan ke atas dibawah simpisis
6.      Selanjutnya cunam kiri dipasang sama seperti diregangkan diatas, dan diletakkan di kiri belakang. Kedua sendok cunam dikunci dengan menyilangkan sendok kanan dibawah sendok kiri
7.      Dilakukan periksa dalam ulangan, dan traksi percobaan. Bila hasil periksa dalam ulangan dan traksi percobaan baik, maka dilakukan traksi definitif.
8.      Traksi dilakukan bersamaan dengan rotasi agar ubun-ubun kecil berada di depan, di bawah simfisis. Rotasi dilakukan dengan membuat lingkaran selebar mungkin pada pemegang cunam, sehingga suboksiput berada dibawah simfisis. Kemudian kepala dilahirkan seperti telah diterangkan di atas.
2.      Ekstraksi cunam secara scanzoni
a.       Yang dimaksud dengan ekstraksi cunam secara scanzoni ialah ekstraksi cunam dengan ubun-ubun kecil berada di belakang dekat sakrum. Pada ekstraksi cunam, tindakannya terdiri dari 2 tahap yaitu:
·         Memutar kepala ke depan sehingga ubun-ubun terletak melintang.
·         Setelah kepala dalam posisi melintang, ekstraksi cunam dilakukan secara lange.
b.      Cunam akan dipasang melintang terhadap kepala dan miring terhadap panggul. Pasangan cunam sama dengan keterangan di atas. Setelah periksa dalam ulangan dan traksi percobaan baik, lakukan rotasi sehingga ubun-ubun kecil lahir. Cunam dilepaskan dan dikeluarkan jalan lahir. Cara melepaskannya ialah cunam yang dipasang lebih dahulu dilepaskan terakhir. Kemudian setelah kepala berada dalam posisi melintang, kepala dilahirkan dengan ekstraksi cunam secara lange, sebagaimana telah diterangkan diatas.
3.      Pada presentasi dahi dan muka
Pada presentasi dahi dan muka, kita baru boleh melakukan ekstraksi forsep jika kepala sudah cukup turun memasuki panggul dan posisi dagu janin di depan. Apabila kepala masih tinggi dan dalam posisi mento-posterior, pemasangan daun forsep amat sulit dilakukan karena ruang panggul
mUKA_thumb1.jpg

sempit. Dalam hal demikian, penyelesaian partus yang terbaik adalah dengan seksio sesarea.
4.     
: Gambar para letak sungsang
 
Pada letak sungsang kepala sulit lahir (after coming head)
Pada letak sungsang ada beberapa pendapat penggunaan forsep yakni:
1.      Biasanya dipakai forsep piper  karena memiliki lengkungan kepala dan lengkungan perineum. Sebelum pemasangan forsep, kaki janin di tarik sampai kepala memasuki panggul.
      Cara pemasangan forsep
a.       Kedua kaki janin diangkat ke atas ke arah perut ibu supaya dada janin tidak menghalangi pemasangan forsep. Lebih baik lagi, badan janin dibalut kain steril serta diangkat ke atas.
b.      Barulah dimasukkan daun-daun forsep secara melintang terhadap panggul dan kepala (biparietal)
c.      
forsep letak sungsang.jpg

Lakukan traksi menurut arah jalan lahir boleh pula seorang asisten mendorong kepala janin dari simfisis pubis.
2.      Cara kedua juga menggunakan forsep piper
1.      karena cunam atau forsep piper dibuat khusus untuk melahirkan kepala janin pada letak sungsang, sehingga mempunyai bentuk khusus, yaitu:
a.       Daun cunam berfenestra, yang mepunyai lengkungan panggul yang agak mendatar (baik pemasangan yang tinggi)
b.      Tangkainya panjang, melengkung ke atas dan terbuka, keadaan ini dapat menghindari kompresi yang berlebihan pada kepala janin.
2.      Seorang asisten memegang badan janin pada kedua kaki, dan kedua lengan janin diletakkan dipunggung janin. Kemudian badan janin dielevasi ke atas, sehingga punggung janin mendekati punggung ibu.
3.     
buat yg sungsang.png

Pemasangan cunam pada after coming head tekniknya sama dengan pemasangan cunam pada letak belakang kepala. Hanya pada kasus ini cunam di masukkan dari ara bawah, yaitu sejajar dengan pelipatan paha belakang. Setelah suboksiput tampak dibawah simfisis, maka cunam dielevasi ke atas dan dengan suboksiput sebagai hipomoklion, berturut-turut lahir dagu, mulut, muka, dahi dan akhirnya seluruh kepala lahir.


7.      Ekstraksi cunam percobaan (trial forceps)
Ekstraksi cunam yang sebelumnya sudah didasari oleh penelong, bahwa kemungkinan ada disproporsi sefalo-pelvik ringan. Traksi dilakukan dengan tenaga adekuat, yaitu dengan hanya memakai tenaga otot-otot biseps. Bila dengan 3 kali traksi ternyata janin tidak dapat dilahirkan, maka ekstraksi cunam percobaan dianggap gagal dan janin harus dilahirkan perabdominam.
8.      Ekstraksi cunam gagal (failed forceps)
Forsep atau cunam dikatakan gagal apabila:
1.      Cunam sulit dipasang
2.      Cunam tidak dapat dikunci
3.      Kepala tidak maju sesudah dilakukan traksi dengan tenaga yang sedang.
4.      Rotasi (putar paksi dalam) kepala tidak terjadi sewaktu traksi
Cunam percobaan yang gagal disebut failed forceps. Forsep percobaan disebut berhasil jika dengan tarikan berkekuatan sedang, dapat terjadi rotasi kepala dan kepala makin turun.
9.      Komplikasi
Ibu
1.      Perdarahan: akibat atonia uteri atau trauma jalan lahir
2.      Trauma jalan lahir:
a)      Trauma pada jaringan lunak:
·         Mulai robekan vagina sampai rupture uteri
b)      Trauma pada tulang-tulang
·         Simfisiolosis
·         Fraktur os koksigis
3.      Infeksi pasca persalinan
janin
1.      Luka pada kulit kepala
2.      Paralisis nervus VII
3.      Fraktur tulang tengkorak
4.      Perdarahan intrakranial


BAB III
PENUTUP
A.     KESIMPULAN
Ekstraksi vakum adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan secara ekstraksi dengan ekstraksi tenaga negatif ( vakum ) pada kepalanya. Alat ini dinamakan ekstraktor vakum atau ventouse.
Sedangkan cunam adalah Suatu persalinan buatan dimana janin di lahirkan dengan suatu tarikan cunam yang di pasang pada kepalanya.
Pemakaian fakum dan cunam memiliki dampak positif dan negatif terhadap ibu dan janin, dan prosedurnya juga harus hadir faktor indikasi mengapa prosedur ini harus dilaksanakan.


DAFTAR PUSTAKA
Dr. Sofian, Amru. Sinopsis obstetri. PT buku kedokteran EGC: jakarta. 2013
Harjono M, kian LS. Beberapa pandangan tentang vakum ekstraktor dengan laporan sementara mengenai beberapa kasus. Maj kedoktr indonesia, 1963.