kamar yang
sunyi kini berubah ramai oleh teriakan-teriakan yang melengking, mereka saling
memeluk satu sama lain untuk melepas rindu, beberapa kali teriakan itu
menggangunya yang sedang duduk dipojok kamar sambil memegang hp. entah mengapa
hari itu Zy merasakan hal yang berbeda, apakah karena iya harus memulai
hari-hari tanpa seorang Eko?, atau karena yang lain?, dua hari yang lalu ia
harus mulai membiasakan diri dengan tanpa kehadiran seorang Eko, karena Eko
juga harus masuk asrama seperti Zy. Eko adalah pacar Zy yang ngejemputnya jika
malam minggu, dan akan mengantarnya jika ia akan balik atau pulang asrama, tapi
kini semua berubah Zy yang harus menjenguk Eko yang sedang hidup di asrama,
buat seorang Zy tidak ada lagi yang namanya malam mingguan.
***
Kamar Zy
seperti kamar-kamar lainnya, berisi 8 orang, ada Nita si kurus yang suka makan,
Nisa yang sering lupa sama piketnya, Mamay yang suka menggaruk kepalanya, Yati
yang suka rujakan dan mandi adalah hobinya, Iis yang suka makan, Iis dan Nita berbeda meskipun sama-sama
makan tubuh Nita kayaknya tak pernah melar, Iif si cewek feminim, dan yang
dipanggil Unyil adalah Yuyun, ia dipanggil Unyil karena tubuhnya yang mungil
dan wajahnya yang cantik, oh ya lupa Zy adalah orang yang sangat memperhatikan
penampilannya.
***
Budaya
membawa buah dari rumah adalah budaya yang tidak boleh dilupakan oleh para
penghuni asrama, terutama kamar Poksai, ada yang bawa buah Mangga, Timun, jeruk.
Seperti biasa kalau udah selesai pulangan pasti seluruh penghuni asrama
pasti tidurnya dibawah jam sembilan, tapi untuk malam ini Zy tidak merasa
ngantuk, padahal seluruh penghuni kamar poksai sudah terlelap. “Yati, Yati,
Yati” Zy memanggil salah satu penghuni kamar yang suka banget makan rujak “yuk
rujakan” ajak Zy, tapi Yati tidak merespon apa-apa. meskipun Yati adalah salah satu ratu rujak di kamar poksai, tapi kalau kantuknya datang, gelar ratu rujakpun terlupakan. meskipun Yati tidak merespon apa-apa, sepertinya Zy akan tetap melanjutkan misi rujakan, ya meskipun sendirian, ia mulai mengambil barang-barang yang dibutuhkan, seperti: pisau, cobek, cabe, bumbu rujak, dan tidak lupa buahnya. buat Zy rujak bersama merupakan bumbu yang paling lezat, dan kelezatan rujak sepertinya berkurang karena tidak ada bumbu kebersamaan, semua teman-temanya sibuk dengan ngantuknya.
***
sepertinya, rujak yang Zy makan mengandung cabe yang berlebihan hingga membuat sakit yang melilit di perutnya, Zy meninggalkan rujak yang belum ia habiskan dan segera berlari menuju kamar mandi, tapi sekarang sakitnya mulai menghilang, suasana sepi mulai menyapa pada malam, Zy merasa heran, padahal masih jam 20.00 wib, iya baru ingat kalau malam ini adalah malam jumat, sebenarnya ia tidak terlalu percaya cerita temannya tentang bayi yang menangis di atap kamar mandi, pocong penunggu kamar mandi, tapi ketidak percayaannya mulai meleleh bersama lelehan keringat yang mengguyur ditubuhnya, sepoyan angin yang sekedar lewat membuat bulu kudunya berdiri, seketika perubahan dari yang sakit perut berubah menjadi takut karena suasana berubah seketika menjadi horor. pancuran air berbunyi di kamar mandi sebelah, Zy segera pergi menjauh dari kamar mandi dan masuk kekamarnya mengunci pintu, kamarnya tetap saja sepi, ia tak sengaja menoleh pada rujak yang ia tinggalkan, sungguh mengejutkan " perasaan, tadi sebelum kekamar mandi buahnya masih banyak" pekik hatinya " emangnya ada hantu makan rujak?" iya mulai bertanya kebingungan. tanpa ada keraguan, Zy cepat-cepat membereskan peralatan rujak dan segera ia lari ke ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.
***
Suasana horor kemaren malam kini telah Zy lupakan, terganti dengan suasana siang yang membuat keringat bercucuran, ramainya mulut-mulut para penghuni asrama yang mulai berjajar didepan pintu kamar mandi " bak ada gantinya?", "bak masih lama?", " bak ganti ya?" begitulah suasana jika hari sabtu datang, lebih ribut dari pasar. Zy juga termasuk anggota keributan itu, tapi kini ia keluar dari anggota keributan karena ia sudah lulus (sudah mandi).
Mandi merupakan cara membuka aura kecantikan seseorang, karena selesai mandi, Aura kecantikan Zy mulai terpancar, karena hari sabtu ini ia akan bertemu dengan pujaan hatinya, baju berwana merah sudah ia pakai, kerudungnya yang belang-belang dengan warna hitam dan putih sudah terpasang menjadi mahkota dikepalanya, menjadikan kesempurnaan dalam penampilannya, dikakinya terpakai sepatu hitam yang mengkilat, kakinya yang mulai meninggalkan kamar poksai terhenti karena sebuah getaran dalam tasnya "breddd, breddd" tangannya menggapai hp dalam tasnya "halo, iya aku sudah siap, gak jadi kenapa?, ya sudah" Zy menutup telfonnya dengan hati kecewa, kekecewaannya bertambah melihat teman kamarnya pergi renang tanpa mengajaknya.
***
Hingga malam datang, kekesalannya tetap melekat dalam hati, ditambah dengan teman kamar yang tak kunjung datang dari kolam renang "apa mereka sudah menjadi duyung?", sungguh lama ia menunggu, mulai jam 3 sore sampai jam 9 malam ia ditinggal seorang diri dalam kamar " ya sudah, mungkin tidur lebih baik", sekarang Zy tak akan pernah peduli jika 7 teman kamarnya harus membersihkan kamar mandi selama 3 hari karena terlambat.
Zy larut dalam mimpi, sambil memeluk bantal Keroppi kesayangannya, selimutnya ia tarik untuk menutupi tubuh bagian atasnya, ia pun kembali membuka matanya kembali karena bunyi sebuah pintu "kreek" dan dua buah cahata mendekat " kebakaran, kebakaran, kebakaran" ketujuh teman kamarnya menggoyang-goyangkan tubuh Zy yang sedang berbaring di tempat tidurnya.
Dua cahaya itu adalah sebuah lilin berangka 19 yang bermahkota api diatasnya, Zy masih setengah sadar "ayo te, tiup lilinnya" ucap Mamay , sambil menggosok matanya Zy menyayat senyum dibibirnya." Hufff" dengan sekali tiupan kedua lilin yang tadinya menyala kini meninggalkan asap.
" selamat ulang tahun ya Zy, maaf ya Zy, rujaknya kami makan habiskan" serentak ketujuh temannya meneriaki kedua telinganya.
" oh, ternyata kalian kuntilanak-kuntilakan yang suka rujakan, sok sok tidur" Zy sambil memanyonkan mulutnnya, ia senang di ulang tahunnya tahun ini meski ia harus dicueki temannya selama dua hari, meski ia harus batal jalan bersama Eko.
Zy larut dalam mimpi, sambil memeluk bantal Keroppi kesayangannya, selimutnya ia tarik untuk menutupi tubuh bagian atasnya, ia pun kembali membuka matanya kembali karena bunyi sebuah pintu "kreek" dan dua buah cahata mendekat " kebakaran, kebakaran, kebakaran" ketujuh teman kamarnya menggoyang-goyangkan tubuh Zy yang sedang berbaring di tempat tidurnya.
Dua cahaya itu adalah sebuah lilin berangka 19 yang bermahkota api diatasnya, Zy masih setengah sadar "ayo te, tiup lilinnya" ucap Mamay , sambil menggosok matanya Zy menyayat senyum dibibirnya." Hufff" dengan sekali tiupan kedua lilin yang tadinya menyala kini meninggalkan asap.
" selamat ulang tahun ya Zy, maaf ya Zy, rujaknya kami makan habiskan" serentak ketujuh temannya meneriaki kedua telinganya.
" oh, ternyata kalian kuntilanak-kuntilakan yang suka rujakan, sok sok tidur" Zy sambil memanyonkan mulutnnya, ia senang di ulang tahunnya tahun ini meski ia harus dicueki temannya selama dua hari, meski ia harus batal jalan bersama Eko.




