Kamis, 08 Oktober 2015

semua pasti memiliki cita-cita



Banyak rentetan cita-cita yang ku susun mulai dulu hingga hari ini, cita-cita SDku dulu ingin menjadi seorang guru, kalian tahu kenapa?, karena guruku cantik, mungkin kalau aku jadi jadi guru wajahku akan berubah sedikit cantik dan sedikit tumbuh hormon kewanitaanku. Tapi sayang aku gak bisa menjadi seorang guru yang telaten, sabar, dan satu hal yang harus kalian tahu, aku gak suka anak kecil. Memang sih, jadi seorang guru gak harus ngajarin anak kecil.
SMP dulu aku berangan-angan menjadi seorang sastra, menurutku seorang sastra bisa  menyembunyikan luka hati di balik tintanya, tapi sekarang gak jaman bersastra mengungunakan pena, biasanya duduk semalaman didepan layar hingga semalaman. Dan saat itu cita-cita sebagai sastrawanku tumbang karena ada sebuah cita-cita yang menyelinap dalam hati. “apa kalian bisa menebaknya?”, yakni seorang bidan, mungkin jika aku nanti menjadi seorang bidan aku gak akan pernah malu untuk melahirkan.
Dan inilah diriku saat ini, seorang bidan “eh salah, aku ralat” calon bidan. Kini aku sudah menjauh dari dunia tulisan, tapi tetap saja aku masih menulis, menulis, dan menulis, tapi bukan menulis puisi, ataupun sebuah cerpen, yang kutulis TUGAS, TUGAS, TUGAS.
Dibenak mahasiswa pasti berkata “ternyata kuliah kayak gini” ya begitulah, hatiku juga berbisik demikian. Tapi entah mengapa dan bagaimana? Aku ingin kembali ke duniaku MENULIS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar